Senin, 16 November 2015

Nilai dan Semboyan Universitas Katolik Musi Charitas

Semboyan UNIKA Musi Charitas
Latin : “VERITAS ET SCIENTIA NOBIS LUMEN”
English : “TRUTH AND SCIENCE, OUR LIGHT”
Bahasa : “KEBENARAN dan Ilmu Pengetahuan, Cahaya Hidup Kita”

Nilai – Nilai UNIKA Musi Charitas
“CHAMPION”
Charity : Cinta Kasih dan Kemurahan Hati
Humanity : Berorientasi pada kemanusiaan (solider, peka, hormat pada sesama) 
Altruism : Mengutamakan kepentingan orang lain dan rela berkorban
Managerial Capacity : Kemampuan manajemen, berkomunikasi lisan dan tertulis, 
Persistent : Berdaya Juang, gigih dan tangguh
Integrity : Jujur, disiplin dan bertanggung jawab
Open Minded : Terbuka dan berwawasan luas

Novelty : Menyukai ide – ide baru, kreatif dan inovatif 

SEJARAH STIE MUSI PALEMBANG

Sudah sejak lama ada kerinduan untuk mendirikan Universitas Katolik di Sumatera Selatan khususnya Palembang. Pada tahun 1986, para cendekiawan Katolik yang tergabung dalam Ikatan Sarjana dan Cendekiawan Katolik cabang Palembang mencetuskan gagasan untuk mendirikan Universitas Katolik di Palembang.
Mulai tahun 1988 gagasan untuk mendirikan Universitas Katolik itu terus digulirkan. Pada tanggal 20 September 1990 atas prakarsa dr. Hardi Darmawan MPH&TM., FRSTM dan Pastor Aloysius Sudarso, MA., SCJ (saat itu Propinsial Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus, saat ini Uskup Keuskupan Agung Palembang) serta dr. R. Gozali, dr. Bernadeth Gozali, dr. Benny Loho, M.Sc., Drs. Leonardus Effendi, serta didukung oleh Mgr. Joseph Soudant, SCJ (waktu itu Uskup Keuskupan Palembang) dibentuklah sebuah Panitia Persiapan Pendirian Universitas Katolik. Panitia Pesiapan ini diketuai oleh dr. Hardi Darmawan MPH&TM., FRSTM. Pada tanggal 20 Mei 1991 didirikanlah Yayasan Musi yang akan menjadi Badan Penyelenggara Universitas Katolik yang akan didirikan tersebut. Badan Pengurus Yayasan Musi diketuai oleh bapak In Thomas Suratmin.
Mengapa nama MUSI dipakai baik untuk Yayasan maupun kemudian untuk Perguruan Tingginya? Menurut para pemrakarsa, “Musi” adalah nama sungai utama di Sumatera Selatan dan membelah kota Palembang. Sungai Musi menjadi milik masyarakat dan menghidupi masyarakat di bagian wilayah Sumatera Selatan dan khususnya masyarakat yang hidup di tepian sepanjang sungai Musi. Pengambilan nama ini menyiratkan keinginan para pendiri untuk menjadikan Universitas Katolik Musi menjadi milik masyarakat dan melayani masyarakat khususnya daerah Sumatera Selatan.

Pada tahun 1993 berdirilah STIE Musi berdasarkab Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 49/D/O/1993 tanggal 26 April 1993 yang menyelenggarakan program strata 1 jurusan Akuntansi dan Manajemen. Pada tahun 1997 STIE Musi menempati gedung Yoseph bersama dengan STT Musi. Baru pada tahun 1999 secara resmi STIE Musi menempati gedung baru yang dinamakan gedung Yuliana. Mulai bulan Maret 2002 STIE Musi medapatkan status Akreditasi dengan nilai B untuk Prodi Akuntansi dan Manajemen.